Santri Baru TPQHM


Hari selasa kemarin, ada santri baru, masih usia muda, masih kelas TKA. Namun orangtuanya luar biasa, sudah diajak mengaji. Ini bagus sekali, karena jika ngaji nunggu dewasa, biasanya malu dan merasa ngaji itu gak penting, padahal dengan mengaji inilah nantinya anak tersebut bisa mendoakan orangtuanya. 

Seharusnya orang tua itu bangga jika anaknya ngaji. sebab ia akan bisa mendoakan kelak saat orangtua sudah tiada. Namun fenomena yang ada, justru orangtua akan lebih bangga jika anaknya bisa ini bisa itu tapi bukan ngaji. Tapi ada juga yang senang jika anaknya mau ngaji atau ia memang mengajak anaknya untuk bisa ngaji meski dengan cara dipaksa. 

Ada orangtua yang agak lucu, nak, kamu mau ngaji? dijawablah pertanyaan itu oleh anaknya. gak, aku gak mau ngaji, enakan main. Orangtua, dengan jawaban itu ada yang mengiakan, ya udah kalo gak mau. Semoga kita semua tidak termasuk orangtua yang demikian. Sebab jika nanti anaknya udah dewasa, gak mau ngaji, gak mau shalat, apa yang bisa dilakukan oleh orangtunya. 

Semua itu butuh pembiasaan, tanpa pembiasaan, akan sangat sulit, oleh karena itu, mengajak anak untuk mengaji sejak kecil adalah hal yang utama.