Selama bulan Ramadhan ini, di tahun 2026 ini, saya meneliti, setiap hari, dan akhirnya puncaknya tadi malam. Yaitu saat ada anak Santri TPQHM menjatuhkan Es Coklat setelah Tadarus. Tumpah di Tempat Ngaji TPQHM. Ini adalah puncaknya.
Sebenarnya sudah beberapa hari sebelumnya, dan bahkan di awal ramadhan, seperti misalnya anak kecil, sebutkan saja namanya bunga, ia yang usianya masih TK, ikut kajian Ramadhan, lalu saat pulang setelah maghrib, ribet sekali, kenapa bisa ribet? karena dia bawa payung, buku Ramadhan, Pensil, mukena, Es, Jajan, mainan dan lain-lain. Sehingga saat teman-temannya sudah pulang, dia masih bingung untuk membawa barang-baranngya ke rumah.
Melihat hal itu, akhirnya saya datangi, tapi itupun tidak menyelesaikan masalah, dia tetap pulang dengan ribet sekali. Meski akhirnya bisa membawa barangnya semua, tapi terlihat sengat ribet. Puncaknya adalah tadi malam, saat ada es jatuh, pecah di lantai dan akhirnya kami harus mengepel lantai sampai lama, sebab itu coklas, bukan es biasa, lengket sekali.
Oleh karena itu, memang lebih baik, anak-anak santri itu membawa tas, terserah pakai tas apa, asalkan tas saja. Agar anak-anak tidak ribet saat membawa barang-barang bawaannya. Kami tidak menyalahkan orang tua, sebab kadang memang anaknya sendiri yang tidak mau ribet saat awal mengaji, tidak nyaman saat membawa tas. Namun akhirnya di ribet sendiri saat pulang. Karena tidak bawa tas, dan dia harus bawa macam-macam barang.
Oleh karena itu, sebagai orangtua, alangkah lebih indah, jika selalu mengingatkan putra dan putrinya utnuk selalu membawa tas saat mengaji, agar nantinya ia nyaman saat pulang mengaji. Semoga bermanfaat dan berokah. Amiin.