Hari ini kita memperingati Haul ke-32 Al-Maghfurlah KH. M. Arwani Amin Kudus, seorang Maha Guru Al-Qur’an Indonesia yang keilmuannya melampaui batas negeri dan dikagumi para ulama dunia.
Dikisahkan, KH. Sya’roni Ahmadi Kudus ketika menunaikan ibadah umrah membawa kitab Faidh al-Barakat karya Mbah KH. Arwani Amin. Saat kitab tersebut diperlihatkan kepada para ulama qira’at di Mekkah dan Madinah, mereka kagum dan berkomentar:
“Kitab seperti ini tidak mungkin ditulis oleh sembarang orang, kecuali oleh seorang Muqri’ al-Kabir (ahli qira’at besar)!”
Kemudian, seorang ulama Mesir, Syaikh Ahmad Yasin Muhammad Abdul Muthalib, yang juga memperoleh kitab tersebut, tergerak hatinya untuk menulis syair indah memuji kealiman Mbah KH. Arwani:
نَظْمُ الثَّنَاءِ عَلَى الْعَلَّامَةِ الْقُرْآنِيِّ الْكَبِيرِ
(Puji-pujian untuk Al-‘Allamah KH. Arwani Amin Kudus)
بُشْرَاكَ يَا طَالِبًا لِلْعِلْمِ مِنْ قُدْسِ ֎ فُزْتُمْ بِقُرْبٍ إِلَى الرَّحْمٰنِ بِالْأَرْوَانِ
مَنْ يُضْحِي فِي قُرْبِهِمْ زَمَنًا وَلَوْ يَوْمًا ֎ يَرْجِعْ إِلَى أَهْلِهِ بِالْقَلْبِ رَيَّانِ
الْعَيْشُ فِي حَيِّهِمْ فَضْلٌ وَتُكْرِمُهُ ֎ مَنْ ذِي الْجَلَالِ الَّذِي بِالْفَضْلِ أَوْلَانِ
Artinya:
“Berbahagialah wahai para penuntut ilmu dari Kudus,
karena kalian beruntung dapat dekat dengan Sang Maha Rahman melalui Arwani.
Siapa pun yang hidup sezaman dengannya, walau hanya sehari,
akan kembali ke keluarganya dengan hati yang penuh kebahagiaan.
Hidup di sisinya adalah kemuliaan dan anugerah besar,
dari Tuhan Yang Maha Mulia yang menganugerahkan karunia tiada tara.”
Menurut kesaksian salah satu khadim beliau, saat menuntut ilmu Qira’at di Krapyak, Yogyakarta, Mbah KH. Arwani dikenal sangat disiplin dan tawadhu’. Beliau selalu hadir dua jam lebih awal sebelum waktu setoran dimulai. Jika setoran dimulai pukul 01.00 dini hari, beliau sudah berada di majelis sejak pukul 23.00 malam.
Beliau menyimak pelajaran dengan sungguh-sungguh dan menulis setiap penjelasan yang disampaikan gurunya melalui metode talaqqi qira’ah. Catatan inilah yang kemudian disusun menjadi karya besar Faidh al-Barakat — kitab lengkap tiga puluh juz tentang qira’at sab’ah yang kemudian menjadi rujukan para ulama di berbagai negara.
Tak heran, di antara para murid KH. Munawwir Krapyak, hanya KH. Arwani Amin yang memperoleh ijazah Qira’at Sab’ah. Bahkan, KH. Munawwir pernah berpesan kepada murid-muridnya:
“Jika aku telah wafat, maka belajarlah kepada KH. Arwani.”
Semoga kita semua, beserta anak-cucu kita hingga hari kiamat, dianugerahi kemampuan dan keistiqamahan untuk melanjutkan perjuangan Syaikhina wa Murabbir Ruhina, Mbah Yai KH. Arwani Amin Kudus.
Lahu wa lahumul Fātihah.
“Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada beliau, serta menjadikan kita bagian dari penerus perjuangan para pewaris Al-Qur’an.”
